Budreg menghabiskan Rp150 Juta untuk Pasang Togel

Budreg menghabiskan Rp150 Juta untuk Pasang Togel, Judi Toto Gelap Tidak Ada Matinya, Malah Semakin Ramai. Seorang penggila togel ikhlas habiskan uang sampai Rp150 juta untuk coba keberuntungan tembus seri 2 nomor, 3 nomor, sampai 4 nomor.

Judi toto gelap alias togel seakan tidak ada matinya. Semenjak beberapa puluh tahun sampai sekarang terus eksis. Ditambah, waktu pandemi Covid-19 ini menempa, Budreg menghabiskan Rp150 Juta untuk Pasang Togel, togel semakin menjalar. Serta pengecer togel berani membuka loket pemasaran di tepi jalan. Disamping itu, ada pula orang keliling kampung untuk mengambil uang pemesan nomor sesudah japri lewat WA atau SMS.

“Saat ini justru sepi tetapi bukan lantaran sulit mencari customer. Tetapi sebab orang (pengecer) pada banting harga serta ingin mengambil uang ke beberapa rumah konsumen.” “Itu karena sangat jumlahnya pengecer HK, karena itu mereka berani mengambil persenan sedikit,” kata Sugar (nama samaran) pengepul togel di wilayah Pedurungan.

Bila umumnya pengecer mendapatkan keuntungan dari pemasaran atau pembelian 20 %. Sekarang ini sebab karena sangat jumlahnya pengecer, ada yang cuma mengambil 10 % untuk kompetisi merampas customer. Dahulu konsumen diam di dalam rumah telah ramai orang banyak yang datang sore hari. Tetapi saat ini sebab banyak saingan, pengecer tiba ke rumah konsumen untuk mengambil uang. Pesanan nomor togel malalui WA atau SMS.

Didapati Tribun Jateng, seorang penggila judi, Budreg (bukan nama sebetulnya) akui telah 11 tahun edan togel.

“Jika dihitung-hitung ya telah ada 11 tahun. Jika dirupiahkan kemungkinan saya telah keluarkan uang Rp 150 juta-an,” kata Budreg. Budreg tidak cuma bermain togel dengan cara langsung. Ia bermain togel online di sejumlah situs togel. Perbedaannya, togel online yang digerakkan Budreg pembayarannya lewat transfer.

“Banyak situs yang dapat. Tinggal mencari saja di Google gunakan keyword togel online. Umumnya ada London Pool, Hongkong Pool, Singapore Pool, Sydney Pool. Banyak kok. Kelak untuk melihat hasilnya dapat di situs,” katanya. Sekali bermain, Budreg biasa menempatkan uang Rp 10 ribu sampai Rp50 ribu. Jika nomor yang ia pilih pada akhirnya keluar, dia dapat memperoleh Rp5 juta.

Tidak setiap saat pasang nomor Budreg memperoleh hasil. Malah semakin banyak tidaknya. “Daripada dapatnya, semakin banyak tidaknya. Tetapi jika telah sekali turut, rasa-rasanya ingin turut terus sebab ingin tahu beradu peruntungan. Jika tidak bisa ya kemungkinan belum rejekinya,” lebih ia.

Dianya tidak berani menyebutkan tempat mana saja, yang umum dipakai untuk tempat pasang nomor togel. Karena, banyak tempat togel yang malah diselinapkan agar tidak begitu menonjol di warga. “Saya tidak berani ucap. Intinya ialah,” papar pria yang kerja sembarangan ini. Agar nomor yang dipilihnya dapat tembus, kadang Budreg lakukan hal unik untuk memperoleh nomor. Satu salah satunya dengan lakukan ritual bakar burung gagak di Gombel Semarang.

“Jika ke dukun saya belum pernah. Ya malah mencari wangsitnya di beberapa tempat yang dipandang beberapa orang tetap pas. Di Gombel itu ada sempat saya ritual sekalian bakar gagak. Tetapi malah nomor yang didapatkan tidak tembus,” paparnya.

Semenjak ada pandemi Covid-19, Budreg bertambah pilih untuk stop bermain togel. Kecuali sedang kesusahan ekonomi, ia ingin hentikan rutinitas jeleknya itu. dia memandang, uang hasil dari togel belum pernah ada manfaatnya.

“Contoh bisa ya uang itu hilang tidak jelas. Ekonomi saya gini-gini saja. Masih sulit buat bayar anak sekolah. Makannya lebih bagus stop saja,” tutupnya. Beda lagi pengalaman Budi masyarakat Simongan. Budi (bukan nama sebetulnya) didapati Tribun Jateng di Simongan menyebutkan umumnya admin di kios togel ialah wanita

Faktanya tidak diketahui dengan cara tepat, tetapi penilaiannya untuk usaha pemanis atau menarik customer. Ia menyebutkan ada lapak togel besar berada tidak jauh dari Sam Poo Kong. Lapak itu telah lama ada serta pemasang atau pemain semakin ramai. Serta dalam satu hari omzet capai beberapa puluh juta. Lapak itu bekerja start pukul 11.00 sampai jam 23.00.

Pemilik atau pengecer ialah masyarakat Sampangan tetapi sewa kios di tempat itu. Satu keluarga memperdalam agen togel. Budi mengenali benar bagaimana geliat judi togel di Semarang. Serta dia pernah jadi pengecer sesaat tetapi sangat terpaksa tutup sebab sepi konsumen.

“Jika usaha ini susahnya diawalnya, keuntungan tidak berapa sebab kan customer sepi. Tetapi jika telah punyai banyak konsumen setia ya enak,” papar ia. Menurut dia Semarang adalah surga buat judi togel. Kota besar seperti Jakarta saja bekerja tidak ini. Di Kota Semarang orang berani membuka kios di tepi jalan sekalian layani konsumen togel, seperti jualan smartphone.

“Saya sempat ajak rekan dari Jakarta ke Semarang suka sekali ia. Sebab gampang mendapatkan penjual togel di sini,” kata Budi. Tidak perlu modal, untung bersih 20 % dari omzet Dikatakannya jika jadi pengecer judi togel dapat disebut usaha efek kecil. Karena tidak perlu modal, cuma menulis transaksi yang berlangsung.

Sedang bila ada customer tembus hadiahnya dikocorkan langsung dari bandar. Serta pengecer mendapatkan persenan.

Keuntungannya jadi pengecer, ambil 20 % dari omzet harian.

Saat menjelang waktu tutup umumnya ada orang suruhan yang ambil rangkuman serta keuntungan hari itu . Dia bekerja memberikannya pada pengepul. Untuk dapat jadi pengecer juga ketentuannya gampang. Cukup mengikutkan fotocopy KTP proses pencatatan untuk anggota.

Manfaatnya bila berlangsung masalah maka dilindungi oleh bandar.

“Sebab jadi anggota pengecer jika ada apa-apa aman. Kamu ingin, saya dapat daftarkan gak perlu modal kok, kan sudah dari bandar?,” katanya pada Tribun Jateng. Ia menyebutkan bila ada pengecer terkena gerebek diamankan polisi hukumannya tidak lama. Serta keluarga pengecer itu akan dinafkahi oleh si bandar.

Pengamatan Tribun Jateng ada pengecer atau penjual togel membuka kios untuk menyamarkannya. Orang tiba ke kios itu tidak meresahkan jika mereka akan membeli togel. Tempat kios itu tidak jauh dari kantor polisi. Konsumen setia telah memahami jika kios itu nyambi jualan togel.

Berubah Jualan Makanan

Seorang pengecer togel di Pucanggading sebutlah saja Harso telah tiga bulan ini tidak pro aktif. Diakuinya saat ini tidak dapat diharapkan lagi mencari uang lewat jualan togel. “Sepi Pak saat ini. Tidak seperti dahulu. Orang mencari pengecer nomor. Saat ini kita yang mencari customer. Sulit serta pembelian hanya sedikit,” kata Harso pada Tribun Jateng, Minggu (12/7).

Menurut pengakuannya, sepi konsumen bukan lantaran orang tidak punyai uang. Tetapi saat ini beberapa orang jadi pengecer. Dahulu mereka beli togel tetapi saat ini justru jadi penjual. Sudah mengetahui triknya.

“Kami dahulu berani mengambil 20 % dari omzet keseluruhan harian. Mereka pengecer baru-baru itu ikhlas hanya mendapatkan 5-10 %. Jika telah ini mending jualan lainnya saja,” jelas Harso. Beberapa bulan kemarin depan rumah Harso seringkali banyak sepeda motor parkir. Mereka keluar masuk ke rumah Harso untuk membeli togel.

Tetapi saat ini panorama beralih. Depan tempat tinggalnya seringkali ada sepeda motor ojek online untuk mengambil pesanan. “Ya ini-begini jika ditelateni dapat untuk bayar sekolah beberapa anak ,” papar ia. Menurut dia saat ini semakin banyak konsumen setia pesan makanan nasi kotak ke ia. Kecuali sediakan masakan tongseng, ayam bakar, sosis, ada pula gulai kambing.

Telah dua bulan ini memperdalam usaha jualan makanan lewat online. Ia kerja sama dengan Grab serta Gojek untuk tingkatkan pemasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.